Posts Tagged ‘ tawar menawar ’

Tempe dan Cabe Rawit

image

Sore ini, selepas pulang kantor, saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan di daerah Pasar Minggu untuk membeli tempe dan cabe rawit. Ya, tempe dan cabe rawit adalah bahan dasar untuk membuat “uleg-uleg”, makanan favorit saya sejak kecil. Bagi yang belum pernah mencicipinya, saya kasih sedikit bocoran, “uleg-uleg” adalah masakan berbahan dasar tempe yang diuleg dengan cabe rawit dan bumbu dasar, rasanya pedes maknyoss.
Ada kejadian menarik ketika saya membeli tempe di Pasar Minggu. Saya bertanya kepada penjualnya, “berapa harga 1 potong panjang tempe ini Bu?” Si penjual menjawab, “Rp. 3.000,-“. Wah, sangat murah menurut saya harga Rp. 3.000,- untuk 1 potong besar tempe berbentuk memanjang, mengingat hari minggu lalu saya baru saja membeli 1 potong kecil tempe seharga Rp. 4.000,- yang ukurannya tidak ada setengah dari tempe yang akan saya beli. Langsung saja saya bayar tempenya tanpa menawar-nawar. Yang menarik, di kala saya mengambil uang Rp. 3.000,- untuk dibayarkan, tiba-tiba datang seorang Ibu hendak membeli tempe juga. Si Ibu langsung menawar kepada si penjual. Dan terjadilah tawar menawar harga. Tidak ada yang salah memang dari peristiwa tersebut. Namun yang menjadi bahan perenungan kita bersama adalah betapa kita sering kali lebih  menyayangi si kaya dari pada si miskin. Kita dapat dengan mudah tanpa pikir panjang membeli sepotong pakaian seharga Rp. 300.000,- di mall. Namun di lain pihak, kita dapat dengan tega menawar habis-habisan barang yang dijual pedagang kecil, yang menjual barangnya dengan harga hanya sekian ribu rupiah. Tak jarang perdebatan rela dilakukan demi menurunkan harga sekian ratus rupiah. Apakah kita bangga ketika dapat membeli tempe atau cabe yang mampu kita tawar dengan harga yang sangat murah? Apakah kita senang ketika pedagang emperan itu hanya mendapat untung kecil ketika barang dagangannya dijual dengan sangat murah? Apakah kita menjadi kaya raya ketika mampu menawar dan berhemat sekian ratus rupiah? Seharusnya, jawabannya adalah tidak.