Archive for the ‘ Education ’ Category

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater

image

Siang ini saya berkesempatan berkunjung ke kampus ganesha. Berawal dari temu janji dengan rekan kerja (mengambil GPS untuk keperluan di lapangan), berlanjut dengan napak tilas di Sabuga. Ada pemandangan istimewa di Sabuga hari ini. Ya, hari ini merupakan hari wisuda bagi mahasiswa kampus ganesha. Momen ini tentu saja mengingatkan saya akan peristiwa serupa di tempat yang sama 3 tahun silam. Momen dimana mahasiswa mengukuhkan dirinya sebagai sarjana dan momen dimana orang tua berbahagia akan keberhasilan anaknya. Namun lebih dari itu, ini merupakan momen dimana kampus mengutus sarjananya untuk berkarya demi Tuhan, Bangsa, dan Almamaternya. Sebuah mandat yang besar. Kiranya sungguh sarjana baru dapat memaknai itu. Dan tidak hanya sarjana baru, alumni pun yang mungkin sudah tahunan dan bahkan belasan/puluhan tahun meninggalkan dunia kampus sudah sepatutnya untuk tetap mengingat dan memaknainya. Berikut adalah pengutusan sarjana kampus ganesha yang sering kita kenal dengan Janji Lulusan ITB :

Janji Lulusan ITB
Kami
Segenap lulusan
Institut Teknologi Bandung
Demi Ibu Pertiwi berjanji
Akan mengabdikan ilmu pengetahuan
Bagi kesejahteraan bangsa Indonesia
Perikemanusiaan dan perdamaian dunia
Kami berjanji akan mengabdikan
Segala kebajikan ilmu pengetahuan
Untuk menghantarkan bangsa Indonesia
Ke pintu gerbang masyarakat adil dan makmur
Yang berdasarkan pancasila
Kami berjanji akan tetap setia
Kepada watak pembangunan kesarjanaan Indonesia
Dan menjunjung tinggi susila sarjana,
Kejujuran serta keluhuran ilmu pengetahuan
Di manapun kami berada
Kami berjanji
Akan senantiasa menjunjung tinggi
Nama baik almamater kami
Institut Teknologi Bandung
Serta bangsa dan Negara kami
Republik Indonesia

Gajah Duduk Mulai Belajar Berdiri..

Mungkin gajah ganesha kena ambeyen kali ya sehingga sudah tidak nyaman lagi untuk duduk terus. Sudah 3 tahun ini saya meninggalkan kampus ganesha dan ternyata banyak hal yang tidak saya ikuti perkembangannya. Teringat akan rencana pengembangan kampus ITB di Bekasi, ternyata yang menjadi mimpi ITB lebih jauh dari itu. ITB punya mimpi menjadi ITB Multi Kampus. Kalau kita coba intip di website Direktorat Pengembangan ITB, di sana tertampang uraian singkat mengenai ITB Multi Kampus. ITB Jatinangor, ITB Bekasi, dan ITB Malaysia merupakan gambaran akan ITB Multi Kampus. Berikut sedikit gambaran yang coba saya kutip dari website Direktorat Pengembangan ITB, website ITB, dan sumber lain :

  1. ITB Jatinangor. Dikatakan bahwa ITB telah menggelontorkan biaya hingga 1 triliun rupiah untuk pembangunan fisik kampus ITB Jatinangor dengan menyiapkan sarana jalan, laboratorium, renovasi-revitalisasi asrama dan laboratorium lama, membangun pagar, dan lain sebagainya. Diperkirakan, asrama dapat menampung hingga 500-an mahasiswa baru. Namun, pada tingkat kedua mahasiswa harus berbaur dengan masyarakat. Lokasi kampus ITB Jatinangor berdiri di atas tanah seluas 47 hektar yang merupakan tanah bekas kampus Universitas Winaya Mukti. Diklaim proses pembangunan ITB Jatinangor menerapkan prinsip eco-campus dimana hanya menggunakan 20% dari total lahan untuk bangunan dan sisanya digunakan untuk konservasi lahan hijau. Prinsip ini termasuk memperhatikan kebutuhan drainase yang baik dengan menganut prinsip zer-delta-cue, sehingga tidak ada air hujan yang terbuang. Sementara, air permukaan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan kampus.
  2. ITB Bekasi. Masterplan Pengembangan Kampus Riset Industri ITB merupakan manifestasi dari misi pembangunan multi kampus ITB yang dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Lahan yang dijadikan sebagai lokasi kampus merupakan hibah dalam bentuk hak penggunaan lahan permanen. Kampus riset industri akan dibangun bersinergi dengan penelitian terapan dan proses inovasi industri yang secara bersamaan akan meningkatkan jumlah SDM yang akan berperan penting bagi kepentingan nasional maupun Kabupaten Bekasi. Penelitian pengembangan kampus ITB industri akan berlangsung pada salah satu bagian dari Kota Baru Delta Mas dengan luas tanah 40 hektar. Lokasi kampus strategis dan terletak di antara kawasan industri terbesar di Bekasi dan koridor Karawang-Purwakarta serta berada diantara Jakarta dan Bandung. Lokasi ini juga berdekatan dengan Central Business District dari Kota Baru Delta Mas yang akan dikembangkan di masa depan sebagai area gedung perkantoran bertingkat tinggi dan fasilitas lain yang didukung oleh area komersial.
  3. ITB Malaysia. Rencana pengembangan Kampus ITB di Malaysia berawal dari tawaran pemerintah Malaysia untuk membangun Kampus/Fakultas di Malaysia. Telah dilakukan pertemuan dengan Dirjen Dikti Malaysia di Gedung CCAR ITB. Tujuan kedatangannya adalah mengundang ITB untuk menyelenggarakan kegiatan akademik di Malaysia. Lokasi yang telah disediakan terletak di Pagoh, Johor Baru 180 km dari Kuala Lumpur seluas 4000 acre atau sekitar 16 hektar. Untuk pembangunan kampus dan infrastruktur kampus telah ditunjuk Sime Darby, sebuah perusahaan yang berkecimpung dalam bidang perkebunan, properti, industri, motor dan energi dan utilitas sebagai pelaksana. Pendidikan dilaksanakan dengan sistem otonomi penuh oleh ITB tanpa ada campur tangan Pemerintah Malaysia. Dengan target mahasiswa antarbangsa (China, Malaysia, Middle East, dsb) dan pendidikan akan mencakup tahap sarjana dan pasca sarjana.

Yaa, itulah informasi mengenai rencana pengembangan kampus ITB. Apapun itu, saya tetap memandang positif. Besar harapannya pendidikan Indonesia terus maju dan bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Kita lihat dan kita doakan bersama. J

Sumber-sumber :

http://ditbang.itb.ac.id/

http://www.itb.ac.id/

http://kampus.okezone.com/

Oh.. Generasi Penerus Bangsaku..

Di saat kita terus prihatin melihat bangsa ini lewat sepak terjang banyak pemimpin kita yang menggerogoti dan menelanjangi bangsa ini, kita menjadi tercengang dan tambah prihatin melihat berita tawuran yang melibatkan para pelajar dari SMA terkemuka di Jakarta pada Senin, 19 September 2011 kemarin. Yaa, inilah sedikit gambaran dari para calon penerus bangsa ini. Di tangan mereka lah kelak nasib bangsa ini. Sungguh memprihatinkan, bagaimana bangsa ini dapat bangkit dan berubah ke arah yang lebih baik jika para muda calon penerus bangsa ini tidak memiliki kualitas. Kita sungguh heran dengan rasa bangga yang dewasa ini muncul di kalangan pelajar ketika melakukan kekerasan. Generasi ini kah yang sedang di cetak zaman ini? Akankah muncul generasi yang cerdas dan bermoral? Sadari dan bangkitlah hai kaum muda.

5-10% Mahasiswa Baru ITB DO

BANDUNG, (PR).-
Lima sampai sepuluh persen dari setiap angkatan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) drop out pada empat semester awal, mereka tidak lulus tahap persiapan bersama. Ketidakmampuan mahasiswa baru menjalani masa transisi pola belajar di SMA dengan perguruan tinggi, menjadi faktor utama kondisi tersebut.

Hal itu dikatakan Rektor ITB Prof. Akhmaloka, saat ditemui di Gedung Rektorat ITB, Rabu (3/6). Menurut dia, setiap tahunnya ITB menerima tiga ribu mahasiswa baru. Namun, lima sampai sepuluh persen dari jumlah tersebut drop out pada tahap persiapan bersama (TPB). “Jumlah tersebut sebenarnya sudah berkurang dibandingkan sebelumnya,” katanya. Pada TPB, kata Akhmaloka, mahasiswa baru wajib mengikuti 36 SKS selama dua semester. Apabila indeks prestasi (IP) yang didapatkan kurang dari satu, maka mahasiswa tersebut langsung dikeluarkan pada tahun pertama. Namun, bila IP yang didapatkan antara satu dan dua, mahasiswa tersebut diberi kesempatan mengulang selama dua semester lagi.

Akhmaloka mengatakan, ITB sudah melakukan penelitian dan pengamatan terhadap banyaknya mahasiswa baru yang harus dikeluarkan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, faktor utama mahasiswa yang drop out itu bukan karena kurangnya kecerdasan intelektual, tetapi disebabkan ketidakmampuan berinteraksi di kampus. “Ada transisi yang tidak mulus dari SMA ke perguruan tinggi. Misalnya saja si anak di SMA biasanya juara, masuk sini bertemu juara. Kan tidak bisa selamanya juara sehingga akhirnya dia gagal bersosialisasi. Ada juga juara olimpiade di SMA, tetapi di sini keasyikan main komputer atau aktivitas lain sehingga kuliahnya tidak baik,” ujarnya.

Untuk menyikapi kondisi tersebut, ITB melaksanakan program pendidikan kepribadian yang diselipkan di sela-sela TPB. Program tersebut tidak berbentuk tutorial melainkan merupakan ekstrakurikuler yang membantu pengembangan kecerdasan emosi mahasiswa tersebut.

Sementara itu, psikolog perkembangan Ihsana Sabriani Borualogo mengatakan, kondisi tersebut juga banyak dialami mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi lainnya. Dia mengatakan, kegagalan anak dalam menjalani transisi pola belajar dari SMA ke kuliah lebih banyak disebabkan ketidakmampuan dalam beradaptasi. Hal itu bisa semakin parah bila anak tersebut tidak terbiasa mandiri. “Di SMA mungkin dia biasa dicecoki, dibimbing untuk belajar. Namun, saat kuliah kan berbeda. Dia dilepas,” ujarnya di Bandung, Kamis (4/6).

Selain itu, kegagalan masa transisi itu juga bisa disebabkan anak tidak betul-betul mengenali apa tuntutan di perguruan tinggi tersebut. Hal itu bisa disebabkan jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya. “Jadi, disarankan untuk memilih jurusan tidak hanya agar terlihat keren, tetapi berdasarkan minat dan kemampuan calon mahasiswa,” ujarnya.

Ihsana mengatakan, orang tua memiliki peran yang cukup penting dalam membangun kepribadian anak, terutama kemandirian dan kemampuan beradaptasi. “Orang tua harus support luar biasa dan memahami anaknya dengan baik karena mereka sebenarnya yang paling tahu bagaimana kondisi anaknya,” ujar dia. (A-185)***

Sumber : Blog Ikatan ALumni ITB – http://ia-itb.blogspot.com/2010/06/5-10-mahasiswa-baru-itb-do.html

Hallo UI, ITB, dan UGM…

Senin, 13 Oktober 2008 (waktu Indonesia), Times Higher Education QS World University Rangking (THE QS World) mengeluarkan pengumuman resmi di seluruh dunia mengenai peringkat 500 Universitas terbaik di dunia pada tahun 2008.
Pada tahun 2008 ini, 3 perguruan tinggi kebanggaan Indonesia mengalami peningkatan peringkat yang cukup signifikan ketimbang peringkat di tahun 2007 kemarin. Tercatat pada tahun 2008 ini UI menduduki peringkat 287 (tahun 2007 = 395), ITB peringkat 315 (tahun 2007 = 369), dan UGM peringkat 316 (tahun 2007 = 360).
Wah, semoga hal ini bisa menjadi angin segar buat bangsa Indonesia dan dapat membangkitkan rasa percaya diri anak bangsa untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban dunia melalui pendidikan nasional. Terus maju Indonesia.
Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui situs http://www.topuniversities.com