Base Isolation System

Gempa menjadi hal yang tak asing beberapa tahun belakangan ini (dari gempa di Jogja, gempa di Padang, sampai gempa di Jepang). Masalah gempa merupakan masalah yang terkait erat dengan bangunan. Banyak kerugian baik harta maupun nyawa ketika bangunan tidak mampu menjalankan fungsinya untuk melindungi. Oleh karena itu, diperlukan metode/rekayasa bangunan dalam mengatasi masalah gempa. Metode sebelumnya, orang mengurangi potensi bahaya gempa dengan membuat bangunan menjadi lebih kaku (rigid) dengan menambahkan dinding geser (shear walls). Ada pendekatan yang berbeda dalam menangani masalah gempa yaitu dengan mengisolasi struktur atas bangunan dari tanah untuk mengurangi kejutan rambatan gempa. Kita mengenal metode ini dengan sebutan base isolation system. Ide dasar dari base isolation system adalah dengan mengisolasi bangunan dari tanah.Base Isolation system sendiri harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Mampu mengisolasi bangunan dari tanah.
  2. Mampu mendukung berat bangunan.
  3. Mampu meredam ayunan bangunan ketika gempa.
  4. Mampu mengembalikan bangunan ke posisi semula setelah gempa.

Berikut adalah perbandingan perilaku struktur bangunan antara struktur konvensional (conventional structure) dengan struktur yang terisolasi (base-isolated structure) :Pada gambar nampak struktur konvensional akan mengayun (terdeformasi) ketika terjadi gempa. Hal ini berbeda dengan struktur yang terisolasi dimana struktur bangunan tidak mengayun (relatif tidak terjadi perubahan bentuk). Walaupun metode ini sudah lama muncul, namun di Indonesia sendiri masih sangat jarang bangunan yang menggunakan metode ini. Berikut adalah contoh-contoh gedung yang menggunakan metode ini :

Iklan
    • Chris
    • Februari 19th, 2012

    wah, skripsi gw juga agak mengarah ke sini.. nice artikel, hehe..

    • Woo.. skripsi loe tentang apa emg to??
      btw, dmn skrg to?? kayaknya nun jauh di sna gtu.. hehe.. πŸ˜€

        • Chris
        • Februari 20th, 2012

        skripsi gw ambil struktur podium multi tower bro, tapi analisa perbandingan dua metode (pakai analisa respon spektra dan riwayat waktu)..

        iya, nih, kerjaan gw skarang sebagai konsultan penguji pondasi, jadi ke lapangan.. loe dimana skarang wid?

        anyway, thanks sdh di link.. πŸ˜€

  1. Wah.. mantep yoo..

    Jadi warga geotek skrg yaa..
    Boleh dunk, nanti kalau saya ada pertanyaan nny dirimu.. πŸ™‚

    Saia skrg di jakarta to.. πŸ™‚

    btw, kapan KTA lagi? hehe..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: