Arsip untuk Oktober, 2011

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater

image

Siang ini saya berkesempatan berkunjung ke kampus ganesha. Berawal dari temu janji dengan rekan kerja (mengambil GPS untuk keperluan di lapangan), berlanjut dengan napak tilas di Sabuga. Ada pemandangan istimewa di Sabuga hari ini. Ya, hari ini merupakan hari wisuda bagi mahasiswa kampus ganesha. Momen ini tentu saja mengingatkan saya akan peristiwa serupa di tempat yang sama 3 tahun silam. Momen dimana mahasiswa mengukuhkan dirinya sebagai sarjana dan momen dimana orang tua berbahagia akan keberhasilan anaknya. Namun lebih dari itu, ini merupakan momen dimana kampus mengutus sarjananya untuk berkarya demi Tuhan, Bangsa, dan Almamaternya. Sebuah mandat yang besar. Kiranya sungguh sarjana baru dapat memaknai itu. Dan tidak hanya sarjana baru, alumni pun yang mungkin sudah tahunan dan bahkan belasan/puluhan tahun meninggalkan dunia kampus sudah sepatutnya untuk tetap mengingat dan memaknainya. Berikut adalah pengutusan sarjana kampus ganesha yang sering kita kenal dengan Janji Lulusan ITB :

Janji Lulusan ITB
Kami
Segenap lulusan
Institut Teknologi Bandung
Demi Ibu Pertiwi berjanji
Akan mengabdikan ilmu pengetahuan
Bagi kesejahteraan bangsa Indonesia
Perikemanusiaan dan perdamaian dunia
Kami berjanji akan mengabdikan
Segala kebajikan ilmu pengetahuan
Untuk menghantarkan bangsa Indonesia
Ke pintu gerbang masyarakat adil dan makmur
Yang berdasarkan pancasila
Kami berjanji akan tetap setia
Kepada watak pembangunan kesarjanaan Indonesia
Dan menjunjung tinggi susila sarjana,
Kejujuran serta keluhuran ilmu pengetahuan
Di manapun kami berada
Kami berjanji
Akan senantiasa menjunjung tinggi
Nama baik almamater kami
Institut Teknologi Bandung
Serta bangsa dan Negara kami
Republik Indonesia

Jas Merah

Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Sebuah ungkapan yang menarik mengingat hari ini adalah hari peringatan Sumpah Pemuda. Melihat tayangan berita di televisi siang ini mengenai hari peringatan Sumpah Pemuda, betapa banyak generasi muda yang lupa akan sejarah. Ironisnya justru ini terjadi di kalangan pelajar yang notabene mengecap pelajaran sejarah di sekolah. Saya bersyukur ketika mencoba mengingatnya, saya masih ingat semua isi Sumpah Pemuda dan juga tanggal-bulan-tahunnya. Semoga saya benar-benar mengingat sejarah dan memaknainya.

Sumpah Pemuda (Jakarta, 28 Oktober 1928)

  1. Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putera dan puteri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Jakarta Race 2011

Yesterday I participated at the Jakarta Race 2011. It is an annual program (charity and running) that started since six years ago. The background of this program is the commitment of the people in cancer prevention, education and counseling, and funding program for the treatment of unable patients through the Indonesian Cancer Foundation. At the Jakarta Race 2011, there are two route options that can be taken (5 km and 10 km). This event was attended by thousands of people (but I don’t know the exact number). Wew, woo, unexpected, there are Agni Pratistha, Sigi Wimala, and Melanie Putria who joined the event (we are together at the start line). Run, run, and run. A pleasure when the sweat dripping. After following the route, I finally reached the finish line, I immediately relax and enjoy snacks that is provided by the committee. After that, I enjoy the entertainment that is livened by Hedi Yunus, Yuke, Inong, Andi Rif, Nuckie, and Bubu-Giri.Here are some information about the Jakarta Race :

The History. The Charity Run began in 1981 when Isadore Sharp, Founder and CEO of made a corporate commitment to lead the charge against cancer. Since then , each year, there has been a run held at every Four Seasons Hotel & Resort around the world to raise funds for cancer research and finding cure. This commitment has no geographic boundaries and the sky is only limited by our dreams. This year Four Seasons will host runs at over 75 properties in 31 countries. This popular event is back and deserves the full support of the entire community that will also appeal to the hearts of runners everywhere. The challenge this year will be to raise the bar one notch higher and make it the best and friendliest fun run ever. All proceeds raised from JAKARTA RACE 2011 will be donated to Indonesian Cancer Foundation for direct patient support, cancer education and prevention.

Race for Society. The Indonesian Cancer Foundation is a non govermental organization (NGO) which depends on the support and assistance from the community and other cancer related institutions. Our goal is to achieve optimum cancer control throughout the country. The Indonesian Cancer Foundation’s mission is to reduce the burden of cancer patients to a minimum and to organize programs through community participation and cooperation with other cancer related institutions. Today, the ICF operates in all provinces of Indonesia.

Indonesia Fisheries and OrnamentalFish 2011

Sabtu sore ini, saya menyempatkan diri untuk datang ke Indonesia Fisheries and OrnamentalFish 2011, sebuah pameran ikan hias serta produk dan teknologi perikanan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pengalaman yang menarik bagi saya karena dapat menambah pengetahuan akan ikan hias dan tentu saja dapat merefresh pikiran setelah seminggu bekerja. Dalam ruangan seluas 3.584 m2, terdapat stand-stand Dinas Kelautan & Perikanan dari berbagai propinsi di Indonesia yang memamerkan beragam jenis ikan hias. Dalam ruangan tersebut dipaparkan juga potensi sumber daya perikanan dan kelautan dari propinsi-propinsi di Indonesia. Kita juga bisa belajar lewat brosur-brosur yang diberikan bagaimana cara membudidayakan ikan seperti ikan cupang, ikan patin, ikan lele, dan lain sebagainya. Berbekal pocket camera, saya mencoba mendokumentasikan pameran ini. Berikut adalah gambar yang berhasil saya ambil ketika mampir di stand Dinas Kelautan dan Perikanan propinsi Irian Jaya yang menampilkan berbagai jenis ikan hias yang hidup di perairan utara Papua (Biak).

Masih ada kesempatan satu hari jika teman-teman tertarik untuk mengunjungi pameran ini karena pameran ini diselenggarakan dari tanggal 20-23 Oktober 2011. Teman-teman bisa datang langsung ke Balai Kartini Expo Center, Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav.37 Jakarta.

Cermin yang Pecah

Robert Schuller dalam buku Kisah Kasih Allah bercerita tentang sebuah karya mozaik di istana kerajaan Teheran. Karya mozaik itu adalah salah satu karya terindah di dunia. Namun, siapa menduga bahwa mozaik itu terbuat dari sebuah cermin pecah. Mulanya, seorang arsitek memesan cermin dari Paris untuk dipasang di tembok istana. Ketika pesanan itu datang, alangkah kecewanya mereka karena cermin itu sudah pecah. Sang kontraktor bermaksud membuang pecahan cermin itu, tetapi si arsitek justru menggunakan pecahan-pecahan cermin itu untuk membuat mozaik indah yang terdiri dari serpihan kaca yang berwarna perak, berkilau, dan memendarkan cahaya.

Setiap kita pernah membuat kesalahan pada masa lalu. Bahkan mungkin, kita punya masa lalu yang begitu kelam. Mungkin kita merasa hidup kita sudah hancur. Namun, kisah di atas mengingatkan kita bahwa Tuhan sanggup mengubah hidup yang hancur sekalipun, menjadi baru. Seperti apa pun hidup kita, jika dibawa ke hadapan-Nya, akan diubah menjadi karya seni yang indah dan berharga.

Dikutip dari : e-Renungan Harian (13 Juli 2010)

Base Isolation System

Gempa menjadi hal yang tak asing beberapa tahun belakangan ini (dari gempa di Jogja, gempa di Padang, sampai gempa di Jepang). Masalah gempa merupakan masalah yang terkait erat dengan bangunan. Banyak kerugian baik harta maupun nyawa ketika bangunan tidak mampu menjalankan fungsinya untuk melindungi. Oleh karena itu, diperlukan metode/rekayasa bangunan dalam mengatasi masalah gempa. Metode sebelumnya, orang mengurangi potensi bahaya gempa dengan membuat bangunan menjadi lebih kaku (rigid) dengan menambahkan dinding geser (shear walls). Ada pendekatan yang berbeda dalam menangani masalah gempa yaitu dengan mengisolasi struktur atas bangunan dari tanah untuk mengurangi kejutan rambatan gempa. Kita mengenal metode ini dengan sebutan base isolation system. Ide dasar dari base isolation system adalah dengan mengisolasi bangunan dari tanah.Base Isolation system sendiri harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Mampu mengisolasi bangunan dari tanah.
  2. Mampu mendukung berat bangunan.
  3. Mampu meredam ayunan bangunan ketika gempa.
  4. Mampu mengembalikan bangunan ke posisi semula setelah gempa.

Berikut adalah perbandingan perilaku struktur bangunan antara struktur konvensional (conventional structure) dengan struktur yang terisolasi (base-isolated structure) :Pada gambar nampak struktur konvensional akan mengayun (terdeformasi) ketika terjadi gempa. Hal ini berbeda dengan struktur yang terisolasi dimana struktur bangunan tidak mengayun (relatif tidak terjadi perubahan bentuk). Walaupun metode ini sudah lama muncul, namun di Indonesia sendiri masih sangat jarang bangunan yang menggunakan metode ini. Berikut adalah contoh-contoh gedung yang menggunakan metode ini :

Batu Besar dan Batu Kecil

Ada hal menarik ketika saya tugas dinas ke lapangan bersama seorang senior geologist minggu lalu. Kami berdua (dengan ditemani 1 orang warga setempat) mencoba menapaki dari sisi ke sisi sungai kering yang mempunyai topografi relatif tidak rata dan cukup sulit untuk dilewati karena terdapat batu-batu besar. Pengalaman bertahun-tahun menjadikan sang bapak senior geologist mampu dengan mudah melewati rintangan-rintangan yang ada. Namun siapa sangka, ketika sore harinya kami berjalan melewati jalanan kebun teh yang cukup datar, sang bapak senior geologist tiba-tiba terjatuh. Batu kecil yang tertancap menonjol tidak lebih dari 1 cm ternyata mampu menjatuhkan bapak senior geologist. Ya, betul kata orang, bukan batu besar segunung yang membuat kita terjatuh. Namun justru batu kecil yang kita anggap remeh yang membuat kita terjatuh. Sama halnya dengan kehidupan kita, terkadang hal kecil yang kita anggap remeh justru mampu menghancurkan diri kita. Pasang mata dan berjalanlah dengan hati-hati kawan.