Arsip untuk September, 2011

Oh.. Generasi Penerus Bangsaku..

Di saat kita terus prihatin melihat bangsa ini lewat sepak terjang banyak pemimpin kita yang menggerogoti dan menelanjangi bangsa ini, kita menjadi tercengang dan tambah prihatin melihat berita tawuran yang melibatkan para pelajar dari SMA terkemuka di Jakarta pada Senin, 19 September 2011 kemarin. Yaa, inilah sedikit gambaran dari para calon penerus bangsa ini. Di tangan mereka lah kelak nasib bangsa ini. Sungguh memprihatinkan, bagaimana bangsa ini dapat bangkit dan berubah ke arah yang lebih baik jika para muda calon penerus bangsa ini tidak memiliki kualitas. Kita sungguh heran dengan rasa bangga yang dewasa ini muncul di kalangan pelajar ketika melakukan kekerasan. Generasi ini kah yang sedang di cetak zaman ini? Akankah muncul generasi yang cerdas dan bermoral? Sadari dan bangkitlah hai kaum muda.

Road Construction on Peat Soil

Road construction on peat soil may have difficulty. It is because the bearing capacity of peat soil is low and the settlement is high. Therefore we need a method to solve this problem. What is peat soil? Peat soil is a type of soil formed from the accumulation of the remnants of decompose vegetation which has high organic matter content. The characteristics are high organic content, high water content, large void ratio, high compressibility, and low bearing capacity.

This is the distribution map of soft and peat soil in Indonesia :

Distribution Map of Soft and Peat Soil in Indonesia (GeoGuide Departemen Pekerjaan Umum, 2002)

Black printed are areas of soft and peat soil. It is important to be known because there are many areas of soft and peat soil in Indonesia.

These are the actual condition of peat soil :

  1. Soil Bearing Capacity. Peat soil bearing capacity is very low (extremely low bearing capacity). Consequently, there are many problems of construction that must be built on peat soils. Damage is relatively fast from the age of the plan so the cost of  maintenance is high.
  2. Soil Settlement. Peat soil has a highly compressible nature in which the lining will have a very large potential settlement when loaded on it. The thicker the peat layer, the larger the settlement that may occur.

In road construction on peat soil (with thickness no more than 2 meters), I recommend to cut the layers of the peat soil and replace it with good soil. The other alternative, I recommend to use a combination of geotextile non-woven and geogrid triax. In this occasion, I want to explain about the improvement with a combination of geotextile non-woven and geogrid triax. Technically, geotextile non-woven will prevent mud got into the pavement system. Whereas geogrid triax will lock the aggregate in the pavement system (so that the layer of geogrid triax is more rigid and easier to compact). The rigid nature of geogrid triax perform a function as a reinforcement.

Why I choose this material in conducting this improvement? It is because the use of this material has many advantages. The following are the advantages of using this material :

  1. Has high durability of chemical compounds, weathering, napless, ultra violet rays, and microorganisms.
  2. More economic than using conventional methods (slab on pile).
  3. Faster in processing than using conventional methods (slab on pile).
  4. It has been recognized internationally through ASTM and ISO.
The following are the work sequence of the road construction using this improvement :
The work sequence is devided into 3 main sections (engineering design works, subgrade works, and pavement works). At engineering design works, we specify the design of road by determining road function, traffic load, type of pavement, pavement thickness, road width, and road length. At subgrade works, we prepare the subgrade before it is used as a pad for the pavement. It starts from land clearing, cut and fill until request level, installing geotextile non-woven, installing geogrid triax, subgrade filling, and the last is subgrade compaction. At pavement works, it starts from subgrade course, base course, and the last is surface course.

About the analysis of soil stability, when we add geotextile non-woven to the soil layer, the stability will increase. It is because of the tensile strength of geotextile non-woven. Rigid nature of geogrid triax will reinforce the soil. It improves the soil stability.

Ikan Hias

Memelihara ikan hias merupakan salah satu trend dalam masyarakat. Saya pribadi gemar memelihara ikan hias sejak di bangku sekolah dasar. Bagi saya, ada kepuasan dan kenikmatan tersendiri ketika memelihara ikan hias. Mengapa banyak orang memelihara ikan hias? Berikut adalah beberapa alasan mengapa banyak orang memelihara ikan hias :

  1. Menambah estetika rumah. Banyak orang yang menempatkan akuarium ikan hias sebagai penghias ruang tamu. Tak heran jika banyak orang rela menghabiskan uang hingga belasan juta rupiah untuk menghias ruang tamunya dengan akuarium ikan hias.
  2. Mengurangi stres (menyegarkan pikiran). Cukup meluangkan waktu beberapa menit saja di depan akuarium ikan hias sepulang dari kantor, rasa lelah dan stres pun berkurang. Tak heran jika banyak rumah sakit yang menempatkan akuarium ikan hias di ruang tunggunya.
  3. Membawa keberuntungan (fengshui). Dalam ilmu fengshui sendiri, ikan hias dinilai dapat membawa keberuntungan bagi sang penghuni rumah. Ikan hias seperti koi, arwana, maupun louhan dipercaya dapat mengusir chi (pengaruh) buruk dalam rumah.

Untuk menambah pengetahuan mengenai ikan hias, berikut saya ulas beberapa jenis ikan hias. Pada dasarnya, ikan hias sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu ikan hias air tawar dan ikan hias air laut.

  1. Ikan Hias Air Tawar. Ikan hias air tawar relatif mudah kita dapatkan karena banyak dijual di pasaran. Selain itu, harga ikan hias air tawar pun relatif lebih terjangkau ketimbang ikan hias air laut. Berikut adalah beberapa jenis ikan hias air tawar yang banyak dipelihara :
    • Ikan Cupang
    • Ikan Arwana
    • Ikan Koi
    • Ikan Louhan
    • Ikan Oscar
    • Ikan Sapu-sapu
    • Ikan Mas Koki
    • dll
  2. Ikan Hias Air Laut.Memelihara ikan hias air laut memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi ketimbang memelihara ikan hias air tawar. Diperlukan kontrol yang seksama terkhusus pada airnya. Kita harus mengganti air laut minimal 10% setiap minggunya. Suhu pun harus diatur sedemikian rupa agar optimum (sebaiknya tidak lebih dari 28┬░C). Dibutuhkan biaya yang relatif besar untuk mengadakan akuarium beserta ikan hiasnya ke dalam rumah kita. Berikut adalah beberapa jenis ikan hias air laut yang banyak dipelihara :
    • Clown Fish
    • Angel Fish
    • Keling Fish
    • Volitan Fish
    • Kepe Fish
    • dll

Sampai saat ini, baru jenis ikan hias air tawar yang saya pelihara. Harapannya ke depan bakal mempunyai modal yang cukup untuk dapat mengadakan akuarium besar untuk ikan hias air laut. Berikut adalah gambar ikan hias air tawar peliharaan saya. Akuarium ini saya buat bersama ayah saya semasa duduk di bangku kelas 2 SMA. Nice moment.