5-10% Mahasiswa Baru ITB DO

BANDUNG, (PR).-
Lima sampai sepuluh persen dari setiap angkatan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) drop out pada empat semester awal, mereka tidak lulus tahap persiapan bersama. Ketidakmampuan mahasiswa baru menjalani masa transisi pola belajar di SMA dengan perguruan tinggi, menjadi faktor utama kondisi tersebut.

Hal itu dikatakan Rektor ITB Prof. Akhmaloka, saat ditemui di Gedung Rektorat ITB, Rabu (3/6). Menurut dia, setiap tahunnya ITB menerima tiga ribu mahasiswa baru. Namun, lima sampai sepuluh persen dari jumlah tersebut drop out pada tahap persiapan bersama (TPB). “Jumlah tersebut sebenarnya sudah berkurang dibandingkan sebelumnya,” katanya. Pada TPB, kata Akhmaloka, mahasiswa baru wajib mengikuti 36 SKS selama dua semester. Apabila indeks prestasi (IP) yang didapatkan kurang dari satu, maka mahasiswa tersebut langsung dikeluarkan pada tahun pertama. Namun, bila IP yang didapatkan antara satu dan dua, mahasiswa tersebut diberi kesempatan mengulang selama dua semester lagi.

Akhmaloka mengatakan, ITB sudah melakukan penelitian dan pengamatan terhadap banyaknya mahasiswa baru yang harus dikeluarkan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, faktor utama mahasiswa yang drop out itu bukan karena kurangnya kecerdasan intelektual, tetapi disebabkan ketidakmampuan berinteraksi di kampus. “Ada transisi yang tidak mulus dari SMA ke perguruan tinggi. Misalnya saja si anak di SMA biasanya juara, masuk sini bertemu juara. Kan tidak bisa selamanya juara sehingga akhirnya dia gagal bersosialisasi. Ada juga juara olimpiade di SMA, tetapi di sini keasyikan main komputer atau aktivitas lain sehingga kuliahnya tidak baik,” ujarnya.

Untuk menyikapi kondisi tersebut, ITB melaksanakan program pendidikan kepribadian yang diselipkan di sela-sela TPB. Program tersebut tidak berbentuk tutorial melainkan merupakan ekstrakurikuler yang membantu pengembangan kecerdasan emosi mahasiswa tersebut.

Sementara itu, psikolog perkembangan Ihsana Sabriani Borualogo mengatakan, kondisi tersebut juga banyak dialami mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi lainnya. Dia mengatakan, kegagalan anak dalam menjalani transisi pola belajar dari SMA ke kuliah lebih banyak disebabkan ketidakmampuan dalam beradaptasi. Hal itu bisa semakin parah bila anak tersebut tidak terbiasa mandiri. “Di SMA mungkin dia biasa dicecoki, dibimbing untuk belajar. Namun, saat kuliah kan berbeda. Dia dilepas,” ujarnya di Bandung, Kamis (4/6).

Selain itu, kegagalan masa transisi itu juga bisa disebabkan anak tidak betul-betul mengenali apa tuntutan di perguruan tinggi tersebut. Hal itu bisa disebabkan jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya. “Jadi, disarankan untuk memilih jurusan tidak hanya agar terlihat keren, tetapi berdasarkan minat dan kemampuan calon mahasiswa,” ujarnya.

Ihsana mengatakan, orang tua memiliki peran yang cukup penting dalam membangun kepribadian anak, terutama kemandirian dan kemampuan beradaptasi. “Orang tua harus support luar biasa dan memahami anaknya dengan baik karena mereka sebenarnya yang paling tahu bagaimana kondisi anaknya,” ujar dia. (A-185)***

Sumber : Blog Ikatan ALumni ITB – http://ia-itb.blogspot.com/2010/06/5-10-mahasiswa-baru-itb-do.html

Iklan
    • Galuh JP
    • Juni 8th, 2010

    Ada beberapa sebab lain sebetulnya, yang akan sangat tabu bagi almamater kita untuk diangkat. Hal itu adalah besarnya faktor DUIT yang berperan untuk masuk ITB, kalau bicara dengan data, mungkin bisa terlihat, berapa persen dari 10% yang DO itu adalah mereka-mereka yang masuk dengan DUIT bukan dengan OTAK….

    Dulu masuk ITB betul-betul disaring dengan ketat, sekarang jadi mirip kasus korupsi di indo aja, yang punya duit bisa masuk…

  1. Bersyukur, aku g ikut salah satunya.. 🙂

  2. yoo belf.. bersyukur kita bisa survive yaa..
    semoga adek-adek kita di sana juga demikian.. 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: