Bebek Sinjay

Minggu lalu saya dan seorang rekan kerja saya mendapat tugas dinas ke daerah Gresik dan Surabaya. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri menyeberang menikmati jembatan Suramadu, sekaligus “mengintip” Madura. Untuk menyeberang, kami diharuskan merogoh kocek Rp. 60.000,- untuk biaya tol pulang-pergi. Berdasarkan rekomendasi dari sang driver yang menemani kami, kami dihantarnya berwisata kuliner Bebek Sinjay. Menurut sang driver, bebek Sinjay tersohor di daerah Jawa Timur. Saat kami tiba di lokasi yang dituju, kami cukup kaget melihat lokasi parkiran yang begitu ramai. Kami diarahkan oleh tukang parkirnya menuju parkir belakang. Di situ berjajar sekitar 20-30 mobil (ada 2 sisi parkiran dengan sekitar 10-15 mobil di masing-masing sisi). Sebelum masuk, saya pribadi sempat bertanya-tanya, seperti apa di dalam hingga banyak orang berbondong-bondong ke tempat ini.

Bagi para pecinta pedas dan penggemar masakan berbahan dasar bebek, bebek Sinjay patut dicoba. Sekilas dari penampakannya, bebek Sinjay tampak “biasa saja”, yaitu masakan bebek yang dihidangkan di atas piring dengan hiasan/pelengkap potongan mentimun dan daun kemangi. Namun ketika coba disantap, seeeppz mantap. Sambalnya yang berupa sambal pencit (sambal dengan irisan mangga muda) punya cita rasa pedas yang khas. Dagingnya cukup empuk dan nasinya juga cukup pulen, menjadi penambah nikmat ketika disantap. Kami hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 45.000,- untuk 3 porsi bebek Sinjay dan 3 botol air mineral. Patokan harga yang cukup murah. Konon per hari, warung makan ini mampu menghabiskan minimal  500 ekor bebek atau setara dengan 4.000 porsi. Itu artinya omzetnya puluhan juta rupiah dalam waktu satu hari. Suatu pencapaian yang luar biasa untuk kategori bisnis penjualan masakan. Terhubungnya Madura dengan Surabaya nampaknya menjadi salah satu pemicu bebek Sinjay laris manis bak dirubung semut.

Hal unik yang akan kita lihat ketika mengunjungi bebek Sinjay adalah cara pemesanannya. Sebelum memesan menu, kita harus mengantri untuk mendapatkan nota pesanan sekaligus melakukan pembayaran tunai. Setelah itu kita baru bisa mengantri untuk menukar nota pesanan dengan bebek Sinjay. Memang cukup merepotkan. Tapi mungkin itulah salah satu kenikmatannya.

Soal cita rasa, layak diadu dengan bebek H. Slamet atau bebek Sangan Pak Ndut. Namun kalau dibandingkan dari pedasnya, bebek Sinjay masih kalah pedas dari bebek H. Slamet.

Bagi Sahabat yang berkunjung ke Surabaya, coba sempatkan diri untuk menyeberang jembatan Suramadu, mencicipi lezatnya bebek Sinjay. Agar kita tahu bahwa brand Madura ternyata bukan hanya sate dan besi rongsokan, tapi juga masakan bebek. :-)

Cerita Gambar..

Ingin bercerita lewat gambar.. Ini ceritaku.. Mana ceritamu?

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater

image

Siang ini saya berkesempatan berkunjung ke kampus ganesha. Berawal dari temu janji dengan rekan kerja (mengambil GPS untuk keperluan di lapangan), berlanjut dengan napak tilas di Sabuga. Ada pemandangan istimewa di Sabuga hari ini. Ya, hari ini merupakan hari wisuda bagi mahasiswa kampus ganesha. Momen ini tentu saja mengingatkan saya akan peristiwa serupa di tempat yang sama 3 tahun silam. Momen dimana mahasiswa mengukuhkan dirinya sebagai sarjana dan momen dimana orang tua berbahagia akan keberhasilan anaknya. Namun lebih dari itu, ini merupakan momen dimana kampus mengutus sarjananya untuk berkarya demi Tuhan, Bangsa, dan Almamaternya. Sebuah mandat yang besar. Kiranya sungguh sarjana baru dapat memaknai itu. Dan tidak hanya sarjana baru, alumni pun yang mungkin sudah tahunan dan bahkan belasan/puluhan tahun meninggalkan dunia kampus sudah sepatutnya untuk tetap mengingat dan memaknainya. Berikut adalah pengutusan sarjana kampus ganesha yang sering kita kenal dengan Janji Lulusan ITB :

Janji Lulusan ITB
Kami
Segenap lulusan
Institut Teknologi Bandung
Demi Ibu Pertiwi berjanji
Akan mengabdikan ilmu pengetahuan
Bagi kesejahteraan bangsa Indonesia
Perikemanusiaan dan perdamaian dunia
Kami berjanji akan mengabdikan
Segala kebajikan ilmu pengetahuan
Untuk menghantarkan bangsa Indonesia
Ke pintu gerbang masyarakat adil dan makmur
Yang berdasarkan pancasila
Kami berjanji akan tetap setia
Kepada watak pembangunan kesarjanaan Indonesia
Dan menjunjung tinggi susila sarjana,
Kejujuran serta keluhuran ilmu pengetahuan
Di manapun kami berada
Kami berjanji
Akan senantiasa menjunjung tinggi
Nama baik almamater kami
Institut Teknologi Bandung
Serta bangsa dan Negara kami
Republik Indonesia

Jas Merah

Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Sebuah ungkapan yang menarik mengingat hari ini adalah hari peringatan Sumpah Pemuda. Melihat tayangan berita di televisi siang ini mengenai hari peringatan Sumpah Pemuda, betapa banyak generasi muda yang lupa akan sejarah. Ironisnya justru ini terjadi di kalangan pelajar yang notabene mengecap pelajaran sejarah di sekolah. Saya bersyukur ketika mencoba mengingatnya, saya masih ingat semua isi Sumpah Pemuda dan juga tanggal-bulan-tahunnya. Semoga saya benar-benar mengingat sejarah dan memaknainya.

Sumpah Pemuda (Jakarta, 28 Oktober 1928)

  1. Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putera dan puteri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Jakarta Race 2011

Yesterday I participated at the Jakarta Race 2011. It is an annual program (charity and running) that started since six years ago. The background of this program is the commitment of the people in cancer prevention, education and counseling, and funding program for the treatment of unable patients through the Indonesian Cancer Foundation. At the Jakarta Race 2011, there are two route options that can be taken (5 km and 10 km). This event was attended by thousands of people (but I don’t know the exact number). Wew, woo, unexpected, there are Agni Pratistha, Sigi Wimala, and Melanie Putria who joined the event (we are together at the start line). Run, run, and run. A pleasure when the sweat dripping. After following the route, I finally reached the finish line, I immediately relax and enjoy snacks that is provided by the committee. After that, I enjoy the entertainment that is livened by Hedi Yunus, Yuke, Inong, Andi Rif, Nuckie, and Bubu-Giri.Here are some information about the Jakarta Race :

The History. The Charity Run began in 1981 when Isadore Sharp, Founder and CEO of made a corporate commitment to lead the charge against cancer. Since then , each year, there has been a run held at every Four Seasons Hotel & Resort around the world to raise funds for cancer research and finding cure. This commitment has no geographic boundaries and the sky is only limited by our dreams. This year Four Seasons will host runs at over 75 properties in 31 countries. This popular event is back and deserves the full support of the entire community that will also appeal to the hearts of runners everywhere. The challenge this year will be to raise the bar one notch higher and make it the best and friendliest fun run ever. All proceeds raised from JAKARTA RACE 2011 will be donated to Indonesian Cancer Foundation for direct patient support, cancer education and prevention.

Race for Society. The Indonesian Cancer Foundation is a non govermental organization (NGO) which depends on the support and assistance from the community and other cancer related institutions. Our goal is to achieve optimum cancer control throughout the country. The Indonesian Cancer Foundation’s mission is to reduce the burden of cancer patients to a minimum and to organize programs through community participation and cooperation with other cancer related institutions. Today, the ICF operates in all provinces of Indonesia.

Indonesia Fisheries and OrnamentalFish 2011

Sabtu sore ini, saya menyempatkan diri untuk datang ke Indonesia Fisheries and OrnamentalFish 2011, sebuah pameran ikan hias serta produk dan teknologi perikanan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pengalaman yang menarik bagi saya karena dapat menambah pengetahuan akan ikan hias dan tentu saja dapat merefresh pikiran setelah seminggu bekerja. Dalam ruangan seluas 3.584 m2, terdapat stand-stand Dinas Kelautan & Perikanan dari berbagai propinsi di Indonesia yang memamerkan beragam jenis ikan hias. Dalam ruangan tersebut dipaparkan juga potensi sumber daya perikanan dan kelautan dari propinsi-propinsi di Indonesia. Kita juga bisa belajar lewat brosur-brosur yang diberikan bagaimana cara membudidayakan ikan seperti ikan cupang, ikan patin, ikan lele, dan lain sebagainya. Berbekal pocket camera, saya mencoba mendokumentasikan pameran ini. Berikut adalah gambar yang berhasil saya ambil ketika mampir di stand Dinas Kelautan dan Perikanan propinsi Irian Jaya yang menampilkan berbagai jenis ikan hias yang hidup di perairan utara Papua (Biak).

Masih ada kesempatan satu hari jika teman-teman tertarik untuk mengunjungi pameran ini karena pameran ini diselenggarakan dari tanggal 20-23 Oktober 2011. Teman-teman bisa datang langsung ke Balai Kartini Expo Center, Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav.37 Jakarta.

Cermin yang Pecah

Robert Schuller dalam buku Kisah Kasih Allah bercerita tentang sebuah karya mozaik di istana kerajaan Teheran. Karya mozaik itu adalah salah satu karya terindah di dunia. Namun, siapa menduga bahwa mozaik itu terbuat dari sebuah cermin pecah. Mulanya, seorang arsitek memesan cermin dari Paris untuk dipasang di tembok istana. Ketika pesanan itu datang, alangkah kecewanya mereka karena cermin itu sudah pecah. Sang kontraktor bermaksud membuang pecahan cermin itu, tetapi si arsitek justru menggunakan pecahan-pecahan cermin itu untuk membuat mozaik indah yang terdiri dari serpihan kaca yang berwarna perak, berkilau, dan memendarkan cahaya.

Setiap kita pernah membuat kesalahan pada masa lalu. Bahkan mungkin, kita punya masa lalu yang begitu kelam. Mungkin kita merasa hidup kita sudah hancur. Namun, kisah di atas mengingatkan kita bahwa Tuhan sanggup mengubah hidup yang hancur sekalipun, menjadi baru. Seperti apa pun hidup kita, jika dibawa ke hadapan-Nya, akan diubah menjadi karya seni yang indah dan berharga.

Dikutip dari : e-Renungan Harian (13 Juli 2010)

Base Isolation System

Gempa menjadi hal yang tak asing beberapa tahun belakangan ini (dari gempa di Jogja, gempa di Padang, sampai gempa di Jepang). Masalah gempa merupakan masalah yang terkait erat dengan bangunan. Banyak kerugian baik harta maupun nyawa ketika bangunan tidak mampu menjalankan fungsinya untuk melindungi. Oleh karena itu, diperlukan metode/rekayasa bangunan dalam mengatasi masalah gempa. Metode sebelumnya, orang mengurangi potensi bahaya gempa dengan membuat bangunan menjadi lebih kaku (rigid) dengan menambahkan dinding geser (shear walls). Ada pendekatan yang berbeda dalam menangani masalah gempa yaitu dengan mengisolasi struktur atas bangunan dari tanah untuk mengurangi kejutan rambatan gempa. Kita mengenal metode ini dengan sebutan base isolation system. Ide dasar dari base isolation system adalah dengan mengisolasi bangunan dari tanah.Base Isolation system sendiri harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Mampu mengisolasi bangunan dari tanah.
  2. Mampu mendukung berat bangunan.
  3. Mampu meredam ayunan bangunan ketika gempa.
  4. Mampu mengembalikan bangunan ke posisi semula setelah gempa.

Berikut adalah perbandingan perilaku struktur bangunan antara struktur konvensional (conventional structure) dengan struktur yang terisolasi (base-isolated structure) :Pada gambar nampak struktur konvensional akan mengayun (terdeformasi) ketika terjadi gempa. Hal ini berbeda dengan struktur yang terisolasi dimana struktur bangunan tidak mengayun (relatif tidak terjadi perubahan bentuk). Walaupun metode ini sudah lama muncul, namun di Indonesia sendiri masih sangat jarang bangunan yang menggunakan metode ini. Berikut adalah contoh-contoh gedung yang menggunakan metode ini :

Batu Besar dan Batu Kecil

Ada hal menarik ketika saya tugas dinas ke lapangan bersama seorang senior geologist minggu lalu. Kami berdua (dengan ditemani 1 orang warga setempat) mencoba menapaki dari sisi ke sisi sungai kering yang mempunyai topografi relatif tidak rata dan cukup sulit untuk dilewati karena terdapat batu-batu besar. Pengalaman bertahun-tahun menjadikan sang bapak senior geologist mampu dengan mudah melewati rintangan-rintangan yang ada. Namun siapa sangka, ketika sore harinya kami berjalan melewati jalanan kebun teh yang cukup datar, sang bapak senior geologist tiba-tiba terjatuh. Batu kecil yang tertancap menonjol tidak lebih dari 1 cm ternyata mampu menjatuhkan bapak senior geologist. Ya, betul kata orang, bukan batu besar segunung yang membuat kita terjatuh. Namun justru batu kecil yang kita anggap remeh yang membuat kita terjatuh. Sama halnya dengan kehidupan kita, terkadang hal kecil yang kita anggap remeh justru mampu menghancurkan diri kita. Pasang mata dan berjalanlah dengan hati-hati kawan.

Bridge

The bridge is an infrastructure that connects two sections separated by an obstacle (a river or a railroad or other obstacles). Based on the type of the structure, the bridge can be classified into several types, namely :

  1. Arch Bridge
  2. Suspension Bridge
  3. Cable Stayed Bridge
  4. Truss Bridge
  5. Cantilever Bridge
  6. Girder Bridge

Location and workload are the major considerations in determining the structure type.

[SMS 4 Angka] Sang Pencuri Pulsa kah?

Beberapa bulan terakhir, saya sempat tidak sadar bahwa pulsa saya kerap hilang. Saya termasuk orang yang jarang mencheck saldo pulsa saya (berbeda dengan jaman kuliah yang sebentar-sebentar mencheck pulsa. hehe :D ). Peristiwa ini berlangsung terus-menerus hingga akhirnya saya sadari beberapa waktu yang lalu setelah share dengan rekan kerja saya. Saya share sering merasa terganggu dengan sms-sms 4 angka yang menurut saya sangat tidak penting isinya. Usut punya usut, ternyata sms-sms 4 angka tersebut menyedot cepat pulsa saya karena tiap hari sms-sms tersebut “mewarnai” hari-hari saya. Sms-sms 4 angka seperti “mencuri” pulsa saya karena saya merasa tidak pernah mendaftar layanan sms 4 angka tersebut. Bagi teman-teman yang mengalami kasus serupa dan merasa tidak pernah mendaftar layanan sms 4 angka, link berikut mungkin cukup membantu apabila teman-teman mengalami kesulitan dalam meng-unreg layanan sms 4 angka tsb : http://aliefqu.wordpress.com/2011/04/28/cara-unreg-berbagai-sms-content-yang-mencuri-pulsa-anda/.

Namun ternyata ada juga layanan sms 4 angka yang tidak dengan mudah dapat di-unreg (sebagai contoh : layanan sms 4 angka dari Iguana). Apabila ada layanan-layanan demikian, saya punya jurus ampuh. Segera hubungi saja call center provider kita. Sebagai contoh, untuk provider Indosat (IM3 dan Mentari) dapat mengkontak nomor 100. Kita dapat meminta call center untuk membantu men-non-aktif-kan layanan tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat.

Gajah Duduk Mulai Belajar Berdiri..

Mungkin gajah ganesha kena ambeyen kali ya sehingga sudah tidak nyaman lagi untuk duduk terus. Sudah 3 tahun ini saya meninggalkan kampus ganesha dan ternyata banyak hal yang tidak saya ikuti perkembangannya. Teringat akan rencana pengembangan kampus ITB di Bekasi, ternyata yang menjadi mimpi ITB lebih jauh dari itu. ITB punya mimpi menjadi ITB Multi Kampus. Kalau kita coba intip di website Direktorat Pengembangan ITB, di sana tertampang uraian singkat mengenai ITB Multi Kampus. ITB Jatinangor, ITB Bekasi, dan ITB Malaysia merupakan gambaran akan ITB Multi Kampus. Berikut sedikit gambaran yang coba saya kutip dari website Direktorat Pengembangan ITB, website ITB, dan sumber lain :

  1. ITB Jatinangor. Dikatakan bahwa ITB telah menggelontorkan biaya hingga 1 triliun rupiah untuk pembangunan fisik kampus ITB Jatinangor dengan menyiapkan sarana jalan, laboratorium, renovasi-revitalisasi asrama dan laboratorium lama, membangun pagar, dan lain sebagainya. Diperkirakan, asrama dapat menampung hingga 500-an mahasiswa baru. Namun, pada tingkat kedua mahasiswa harus berbaur dengan masyarakat. Lokasi kampus ITB Jatinangor berdiri di atas tanah seluas 47 hektar yang merupakan tanah bekas kampus Universitas Winaya Mukti. Diklaim proses pembangunan ITB Jatinangor menerapkan prinsip eco-campus dimana hanya menggunakan 20% dari total lahan untuk bangunan dan sisanya digunakan untuk konservasi lahan hijau. Prinsip ini termasuk memperhatikan kebutuhan drainase yang baik dengan menganut prinsip zer-delta-cue, sehingga tidak ada air hujan yang terbuang. Sementara, air permukaan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan kampus.
  2. ITB Bekasi. Masterplan Pengembangan Kampus Riset Industri ITB merupakan manifestasi dari misi pembangunan multi kampus ITB yang dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Lahan yang dijadikan sebagai lokasi kampus merupakan hibah dalam bentuk hak penggunaan lahan permanen. Kampus riset industri akan dibangun bersinergi dengan penelitian terapan dan proses inovasi industri yang secara bersamaan akan meningkatkan jumlah SDM yang akan berperan penting bagi kepentingan nasional maupun Kabupaten Bekasi. Penelitian pengembangan kampus ITB industri akan berlangsung pada salah satu bagian dari Kota Baru Delta Mas dengan luas tanah 40 hektar. Lokasi kampus strategis dan terletak di antara kawasan industri terbesar di Bekasi dan koridor Karawang-Purwakarta serta berada diantara Jakarta dan Bandung. Lokasi ini juga berdekatan dengan Central Business District dari Kota Baru Delta Mas yang akan dikembangkan di masa depan sebagai area gedung perkantoran bertingkat tinggi dan fasilitas lain yang didukung oleh area komersial.
  3. ITB Malaysia. Rencana pengembangan Kampus ITB di Malaysia berawal dari tawaran pemerintah Malaysia untuk membangun Kampus/Fakultas di Malaysia. Telah dilakukan pertemuan dengan Dirjen Dikti Malaysia di Gedung CCAR ITB. Tujuan kedatangannya adalah mengundang ITB untuk menyelenggarakan kegiatan akademik di Malaysia. Lokasi yang telah disediakan terletak di Pagoh, Johor Baru 180 km dari Kuala Lumpur seluas 4000 acre atau sekitar 16 hektar. Untuk pembangunan kampus dan infrastruktur kampus telah ditunjuk Sime Darby, sebuah perusahaan yang berkecimpung dalam bidang perkebunan, properti, industri, motor dan energi dan utilitas sebagai pelaksana. Pendidikan dilaksanakan dengan sistem otonomi penuh oleh ITB tanpa ada campur tangan Pemerintah Malaysia. Dengan target mahasiswa antarbangsa (China, Malaysia, Middle East, dsb) dan pendidikan akan mencakup tahap sarjana dan pasca sarjana.

Yaa, itulah informasi mengenai rencana pengembangan kampus ITB. Apapun itu, saya tetap memandang positif. Besar harapannya pendidikan Indonesia terus maju dan bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Kita lihat dan kita doakan bersama. J

Sumber-sumber :

http://ditbang.itb.ac.id/

http://www.itb.ac.id/

http://kampus.okezone.com/

Oh.. Generasi Penerus Bangsaku..

Di saat kita terus prihatin melihat bangsa ini lewat sepak terjang banyak pemimpin kita yang menggerogoti dan menelanjangi bangsa ini, kita menjadi tercengang dan tambah prihatin melihat berita tawuran yang melibatkan para pelajar dari SMA terkemuka di Jakarta pada Senin, 19 September 2011 kemarin. Yaa, inilah sedikit gambaran dari para calon penerus bangsa ini. Di tangan mereka lah kelak nasib bangsa ini. Sungguh memprihatinkan, bagaimana bangsa ini dapat bangkit dan berubah ke arah yang lebih baik jika para muda calon penerus bangsa ini tidak memiliki kualitas. Kita sungguh heran dengan rasa bangga yang dewasa ini muncul di kalangan pelajar ketika melakukan kekerasan. Generasi ini kah yang sedang di cetak zaman ini? Akankah muncul generasi yang cerdas dan bermoral? Sadari dan bangkitlah hai kaum muda.

Road Construction on Peat Soil

Road construction on peat soil may have difficulty. It is because the bearing capacity of peat soil is low and the settlement is high. Therefore we need a method to solve this problem. What is peat soil? Peat soil is a type of soil formed from the accumulation of the remnants of decompose vegetation which has high organic matter content. The characteristics are high organic content, high water content, large void ratio, high compressibility, and low bearing capacity.

This is the distribution map of soft and peat soil in Indonesia :

Distribution Map of Soft and Peat Soil in Indonesia (GeoGuide Departemen Pekerjaan Umum, 2002)

Black printed are areas of soft and peat soil. It is important to be known because there are many areas of soft and peat soil in Indonesia.

These are the actual condition of peat soil :

  1. Soil Bearing Capacity. Peat soil bearing capacity is very low (extremely low bearing capacity). Consequently, there are many problems of construction that must be built on peat soils. Damage is relatively fast from the age of the plan so the cost of  maintenance is high.
  2. Soil Settlement. Peat soil has a highly compressible nature in which the lining will have a very large potential settlement when loaded on it. The thicker the peat layer, the larger the settlement that may occur.

In road construction on peat soil (with thickness no more than 2 meters), I recommend to cut the layers of the peat soil and replace it with good soil. The other alternative, I recommend to use a combination of geotextile non-woven and geogrid triax. In this occasion, I want to explain about the improvement with a combination of geotextile non-woven and geogrid triax. Technically, geotextile non-woven will prevent mud got into the pavement system. Whereas geogrid triax will lock the aggregate in the pavement system (so that the layer of geogrid triax is more rigid and easier to compact). The rigid nature of geogrid triax perform a function as a reinforcement.

Why I choose this material in conducting this improvement? It is because the use of this material has many advantages. The following are the advantages of using this material :

  1. Has high durability of chemical compounds, weathering, napless, ultra violet rays, and microorganisms.
  2. More economic than using conventional methods (slab on pile).
  3. Faster in processing than using conventional methods (slab on pile).
  4. It has been recognized internationally through ASTM and ISO.
The following are the work sequence of the road construction using this improvement :
The work sequence is devided into 3 main sections (engineering design works, subgrade works, and pavement works). At engineering design works, we specify the design of road by determining road function, traffic load, type of pavement, pavement thickness, road width, and road length. At subgrade works, we prepare the subgrade before it is used as a pad for the pavement. It starts from land clearing, cut and fill until request level, installing geotextile non-woven, installing geogrid triax, subgrade filling, and the last is subgrade compaction. At pavement works, it starts from subgrade course, base course, and the last is surface course.

About the analysis of soil stability, when we add geotextile non-woven to the soil layer, the stability will increase. It is because of the tensile strength of geotextile non-woven. Rigid nature of geogrid triax will reinforce the soil. It improves the soil stability.

Ikan Hias

Memelihara ikan hias merupakan salah satu trend dalam masyarakat. Saya pribadi gemar memelihara ikan hias sejak di bangku sekolah dasar. Bagi saya, ada kepuasan dan kenikmatan tersendiri ketika memelihara ikan hias. Mengapa banyak orang memelihara ikan hias? Berikut adalah beberapa alasan mengapa banyak orang memelihara ikan hias :

  1. Menambah estetika rumah. Banyak orang yang menempatkan akuarium ikan hias sebagai penghias ruang tamu. Tak heran jika banyak orang rela menghabiskan uang hingga belasan juta rupiah untuk menghias ruang tamunya dengan akuarium ikan hias.
  2. Mengurangi stres (menyegarkan pikiran). Cukup meluangkan waktu beberapa menit saja di depan akuarium ikan hias sepulang dari kantor, rasa lelah dan stres pun berkurang. Tak heran jika banyak rumah sakit yang menempatkan akuarium ikan hias di ruang tunggunya.
  3. Membawa keberuntungan (fengshui). Dalam ilmu fengshui sendiri, ikan hias dinilai dapat membawa keberuntungan bagi sang penghuni rumah. Ikan hias seperti koi, arwana, maupun louhan dipercaya dapat mengusir chi (pengaruh) buruk dalam rumah.

Untuk menambah pengetahuan mengenai ikan hias, berikut saya ulas beberapa jenis ikan hias. Pada dasarnya, ikan hias sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu ikan hias air tawar dan ikan hias air laut.

  1. Ikan Hias Air Tawar. Ikan hias air tawar relatif mudah kita dapatkan karena banyak dijual di pasaran. Selain itu, harga ikan hias air tawar pun relatif lebih terjangkau ketimbang ikan hias air laut. Berikut adalah beberapa jenis ikan hias air tawar yang banyak dipelihara :
    • Ikan Cupang
    • Ikan Arwana
    • Ikan Koi
    • Ikan Louhan
    • Ikan Oscar
    • Ikan Sapu-sapu
    • Ikan Mas Koki
    • dll
  2. Ikan Hias Air Laut.Memelihara ikan hias air laut memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi ketimbang memelihara ikan hias air tawar. Diperlukan kontrol yang seksama terkhusus pada airnya. Kita harus mengganti air laut minimal 10% setiap minggunya. Suhu pun harus diatur sedemikian rupa agar optimum (sebaiknya tidak lebih dari 28°C). Dibutuhkan biaya yang relatif besar untuk mengadakan akuarium beserta ikan hiasnya ke dalam rumah kita. Berikut adalah beberapa jenis ikan hias air laut yang banyak dipelihara :
    • Clown Fish
    • Angel Fish
    • Keling Fish
    • Volitan Fish
    • Kepe Fish
    • dll

Sampai saat ini, baru jenis ikan hias air tawar yang saya pelihara. Harapannya ke depan bakal mempunyai modal yang cukup untuk dapat mengadakan akuarium besar untuk ikan hias air laut. Berikut adalah gambar ikan hias air tawar peliharaan saya. Akuarium ini saya buat bersama ayah saya semasa duduk di bangku kelas 2 SMA. Nice moment.

Masih Ingatkah Kita dengan Pancasila? :-)

Sembari menikmati santap siang, saya mencoba melontarkan sebuah pertanyaan yang sama kepada beberapa rekan kerja satu ruangan. “Apa bunyi sila ke-4 dari Pancasila?”

“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

Wew, saya cukup bersyukur karena rekan-rekan saya ternyata masih hafal dengan Pancasila (walaupun ada juga rekan yang sedikit lama menyebutkannya karena harus mengurutkannya satu persatu dari sila pertama). Yaa, Pancasila merupakan 1 dari 4 pilar bangsa Indonesia (Negara Kesatuan RI (NKRI), Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945).

Berikut adalah sila-sila dalam Pancasila :

  1. Ketuhanan yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Menurut saya, Pancasila tidak hanya sekedar untuk dihafal. Melainkan lebih ke arah bagaimana kita dapat memahaminya. Memahami bagaimana bangsa ini berdiri dengan berlandaskan kecintaan akan Tuhan, rasa kemanusiaan antar satu dengan yang lainnya, jiwa persatuan, semangat kerakyatan, dan semangat untuk menegakkan keadilan sosial. Semoga setiap kita dapat memahaminya. J

Istiqlal sahabat Khatedral (Bhineka Tunggal Ika)

Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika. Ada berbagai macam keragaman di dalamnya. Agama adalah salah satu keragaman yang cukup kentara di negeri kita. Walaupun berbeda, keragaman ini bukanlah menjadi suatu alat untuk memecah belah bangsa ini. Justru lewat keragaman inilah kita boleh semakin diperkaya dan tetap disatukan. Pada foto tampak gambar sebuah keluarga (ayah, ibu, dan anaknya) yang baru saja selesai ibadah sholat di masjid Istiqlal dan sedang berjalan di pelataran masjid Istiqlal. Tampak juga pada foto gambar gereja Khatedral yang berdiri megah di depan pintu masuk masjid Istiqlal. Ya, masjid dan gereja saling berdekatan dan berhadapan. Mereka bersahabat. Bukankah itu sebagai bukti nyata bahwa bangsa kita adalah bangsa yang memandang keragaman sebagai suatu kekayaan dan bukan sebagai pemecah belah? Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Jaya Indonesiaku.

n.b.

Judul Foto                       : Istiqlal sahabat Khatedral (Bhineka Tunggal Ika)

Lokasi                             : Pelataran Masjid Istiqlal dengan view Gereja Khatedral

Tanggal Pemotretan       : Minggu, 10 October 2010

Fotografer                       : Widya Taruko

Dalam Kristus Kita Bertumbuh..

Sekelumit tentang lagu ini :

Ini adalah theme song Retreat OHa 2008. Ide dari pembuatan lagu tema ini diambil dari kondisi yang sedang dialami PMK OHa saat itu. Menurunnya disiplin rohani, rendahnya minat jemaat akan hal-hal rohani, kurangnya kesadaran akan pentingnya KTB sebagai sarana pertumbuhan, serta relasi antar jemaat yang masih kurang adalah beberapa pergumulan yang PMK OHa hadapi saat itu. Dengan latar belakang inilah lagu ini diciptakan. Bait pertama dari lagu ini bercerita tentang bagaimana kita sungguh bersyukur buat kasih Tuhan atas hidup kita, yang dengan anugerahNya telah mengangkat kita dari lumpur dosa. Bait kedua bercerita tentang bagaimana kita bertumbuh di dalam Kristus, yaitu dengan belajar kebenaran Firman Tuhan. Pada akhirnya, kita diharapkan mampu menyatakan kasih dan kebenaran serta menjadi berkat dan terang bagi dunia. Dalam proses bertumbuh di dalam Kristus, kita akan menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan. Kita tak bisa menghadapinya seorang diri. Namun kita patut bersyukur karena Kristus menganugerahkan saudara seiman. Karena itu, mari kita bersama-sama berjuang untuk terus bertumbuh dalam Kristus, untuk menjadi berkat agar nama Tuhan dipermuliakan. Let’s Grow Up Together.

Aku Bisa Terbang, Ayah..

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang dibesarkan di panti asuhan. Anak ini menyimpan keinginan untuk dapat terbang seperti burung. Di dalam hati ia selalu bertanya-tanya mengapa ia tidak bisa terbang seperti halnya burung. Di kebun binatang, anak laki-laki itu melihat burung-burung yang lebih besar dari pada tubuhnya. Akan tetapi mengapa mereka bisa terbang? “Mengapa aku tidak bisa terbang? Apakah yang salah dalam diriku?” anak laki-laki itu bertanya dalam hatinya.

Ada lagi anak laki-laki lain yang kakinya pincang. Anak ini ingin sekali agar ia bisa berjalan dan berlari seperti anak-anak lainnya. “Bagaimana agar aku bisa seperti mereka?” tanyanya dalam hati. Suatu hari, anak laki-laki yang ingin terbang tadi, bermain jauh dari panti asuhan. Ia datang ke sebuah taman dimana ia melihat anak laki-laki yang pincang tadi sedang bermain di dalam kotak pasir. Ia berlari menemui anak yang sedang bermain tersebut dan bertanya, “Apakah kamu pernah memiliki keinginan untuk bisa terbang?” “Tidak” jawab anak yang pincang. “Tapi aku pernah membayangkan bagaimana rasanya bisa berjalan dan berlari seperti anak-anak lain” sambungnya lagi. “Apakah menurut kamu kita bisa berteman?” tanya anak laki-laki dari panti asuhan. “Tentu”.

Kedua anak laki-laki itu pun bermain bersama selama berjam-jam. Mereka membangun rumah-rumahan pasir dan membuat suara-suara lucu dengan mulut mereka. Suara-suara lucu itu membuat mereka tertawa gembira. Kemudian ayah anak laki-laki yang pincang datang membawa sebuah kursi roda. Anak laki-laki yang ingin terbang tadi mendekati ayah temannya dan membisikkan sesuatu di telinganya. “Baik, silakan” kata sang ayah.

Kemudian ia mendekati temannya yang pincang dan berkata, “Kamu adalah temanku dan aku ingin melakukan sesuatu yang bisa membuatmu berjalan dan berlari seperti anak-anak lain. Sayang sekali aku tidak bisa. Tetapi ada sesuatu yang dapat kulakukan untukmu.”

Anak itu pun menunduk dan menyuruh temannya yang pincang untuk naik ke punggungnya. Setelah itu ia berlari melintasi lapangan rumput. Ia berlari semakin lama semakin cepat sambil menggendong sahabatnya di atas punggungnya. Hembusan angin terasa menerpa wajah kedua anak laki-laki tadi. Ayah si anak yang pincang mulai menangis ketika melihat anaknya merentangkan tangannya dan berkepak-kepak bak burung yang sedang terbang. Dengan suara penuh semangat ia berteriak, “Ayah, aku terbang…”

Ini merupakan kisah nyata dimana Roger Dean Kiser, adalah anak yatim yang menggendong temannya pada punggungnya dan berlari.

Setiap orang memiliki keinginan dan harapan. Tetapi ketika keinginan itu tak terwujud, jangan bersedih. Lakukan apa yang bisa kita lakukan dan berbahagialah. Bersyukur pada Tuhan untuk keberadaan kita, karena keterbatasan bisa mendatangkan kepuasaan. Dan perlu diingat juga, keadaan tidak menentukan kebahagiaan seseorang, sikap hatilah yang menentukan. ^_^

5-10% Mahasiswa Baru ITB DO

BANDUNG, (PR).-
Lima sampai sepuluh persen dari setiap angkatan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) drop out pada empat semester awal, mereka tidak lulus tahap persiapan bersama. Ketidakmampuan mahasiswa baru menjalani masa transisi pola belajar di SMA dengan perguruan tinggi, menjadi faktor utama kondisi tersebut.

Hal itu dikatakan Rektor ITB Prof. Akhmaloka, saat ditemui di Gedung Rektorat ITB, Rabu (3/6). Menurut dia, setiap tahunnya ITB menerima tiga ribu mahasiswa baru. Namun, lima sampai sepuluh persen dari jumlah tersebut drop out pada tahap persiapan bersama (TPB). “Jumlah tersebut sebenarnya sudah berkurang dibandingkan sebelumnya,” katanya. Pada TPB, kata Akhmaloka, mahasiswa baru wajib mengikuti 36 SKS selama dua semester. Apabila indeks prestasi (IP) yang didapatkan kurang dari satu, maka mahasiswa tersebut langsung dikeluarkan pada tahun pertama. Namun, bila IP yang didapatkan antara satu dan dua, mahasiswa tersebut diberi kesempatan mengulang selama dua semester lagi.

Akhmaloka mengatakan, ITB sudah melakukan penelitian dan pengamatan terhadap banyaknya mahasiswa baru yang harus dikeluarkan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, faktor utama mahasiswa yang drop out itu bukan karena kurangnya kecerdasan intelektual, tetapi disebabkan ketidakmampuan berinteraksi di kampus. “Ada transisi yang tidak mulus dari SMA ke perguruan tinggi. Misalnya saja si anak di SMA biasanya juara, masuk sini bertemu juara. Kan tidak bisa selamanya juara sehingga akhirnya dia gagal bersosialisasi. Ada juga juara olimpiade di SMA, tetapi di sini keasyikan main komputer atau aktivitas lain sehingga kuliahnya tidak baik,” ujarnya.

Untuk menyikapi kondisi tersebut, ITB melaksanakan program pendidikan kepribadian yang diselipkan di sela-sela TPB. Program tersebut tidak berbentuk tutorial melainkan merupakan ekstrakurikuler yang membantu pengembangan kecerdasan emosi mahasiswa tersebut.

Sementara itu, psikolog perkembangan Ihsana Sabriani Borualogo mengatakan, kondisi tersebut juga banyak dialami mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi lainnya. Dia mengatakan, kegagalan anak dalam menjalani transisi pola belajar dari SMA ke kuliah lebih banyak disebabkan ketidakmampuan dalam beradaptasi. Hal itu bisa semakin parah bila anak tersebut tidak terbiasa mandiri. “Di SMA mungkin dia biasa dicecoki, dibimbing untuk belajar. Namun, saat kuliah kan berbeda. Dia dilepas,” ujarnya di Bandung, Kamis (4/6).

Selain itu, kegagalan masa transisi itu juga bisa disebabkan anak tidak betul-betul mengenali apa tuntutan di perguruan tinggi tersebut. Hal itu bisa disebabkan jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya. “Jadi, disarankan untuk memilih jurusan tidak hanya agar terlihat keren, tetapi berdasarkan minat dan kemampuan calon mahasiswa,” ujarnya.

Ihsana mengatakan, orang tua memiliki peran yang cukup penting dalam membangun kepribadian anak, terutama kemandirian dan kemampuan beradaptasi. “Orang tua harus support luar biasa dan memahami anaknya dengan baik karena mereka sebenarnya yang paling tahu bagaimana kondisi anaknya,” ujar dia. (A-185)***

Sumber : Blog Ikatan ALumni ITB – http://ia-itb.blogspot.com/2010/06/5-10-mahasiswa-baru-itb-do.html

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.